Hakikat Nama "Setia Hati Terate"
❤️ Makna "Setia Hati"
"Setia Hati" memiliki arti bahwa manusia harus setia kepada hatinya sendiri (hati nurani yang bersih). Dalam ajaran SH, hati nurani adalah sumber petunjuk kebenaran hakiki yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada setiap insan. Warga SH diajarkan untuk selalu mengasah batin agar mampu membedakan mana yang haq (benar) dan mana yang batil (salah).
🪷 Makna "Bunga Terate"
"Terate" (Bunga Teratai) dipilih sebagai lambang karena teratai dapat tumbuh dan mekar anggun di berbagai kondisi air, baik di air jernih, air keruh, maupun comberan berlumpur, tanpa pernah terkotori oleh kotoran di sekelilingnya. Hal ini melambangkan warga PSHT harus mampu bertahan hidup, teguh menjaga kehormatan budi, dan memberi keindahan serta manfaat bagi lingkungan di mana pun berada.
Linimasa Perjalanan Sejarah
Tonggak-tonggak penting perjuangan organisasi dari masa pergerakan nasional hingga masa modern.
Awal Mula: Sedulur Tunggal Kecer (Ki Ngabehi Soerodiwirdjo)
Ki Ngabehi Soerodiwirdjo (Eyang Suro) mendirikan perkumpulan pencak silat beraliran Djojo Gendilo Tjipto Muljo di Tambak Gringsing, Surabaya. Pada tahun 1917, Eyang Suro memindahkan pusat persaudaraan ke Desa Winongo, Kota Madiun dengan nama Persaudaraan Setia Hati.
Ki Hadjar Hardjo Oetomo Mendirikan Setia Hati Terate di Madiun
Melihat penindasan penjajah Belanda, murid kinasih Eyang Suro yaitu Ki Hadjar Hardjo Oetomo berinisiatif mengajarkan pencak silat kepada rakyat jelata sebagai bekal bela negara. Bertempat di Desa Pilangbango Madiun, didirikanlah Setia Hati Pencak Sport Club (SH PSC) yang kemudian berganti nama menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate.
Kongres Pertama di Madiun & Pembakuan Organisasi
Dipimpin oleh RM. Soetomo Mangkoedjojo, digelar konferensi pertama di kediaman Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang mentransformasikan PSHT menjadi organisasi kemasyarakatan modern dengan Anggaran Dasar resmi dan kepengurusan terstruktur. Pada tahun ini pula, PSHT ikut menjadi salah satu dari 10 perguruan historis pendiri Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Pembangunan Padepokan Agung Madiun & Masuk ke Bumi Lampung
Di bawah kepemimpinan Kangmas H. Tarmadji Boedi Harsono, S.E., didirikanlah Padepokan Agung PSHT di Jl. Merak No. 10 Kota Madiun. Pada masa ini pula, gelombang transmigrasi warga PSHT dari Jawa Timur dan Jawa Tengah membawa bibit-bibit latihan silat ke Provinsi Lampung, termasuk wilayah Kabupaten Tulang Bawang.
Berdirinya Ranting Banjar Margo, Cabang Tulang Bawang
Bermula dari latihan kecil di halaman rumah warga dan balai kampung di wilayah Simpang Penawar, Bujuk Agung, dan Penawar Rejo, semangat persaudaraan terus menjalar. Seiring bertambahnya ratusan warga sah dan siswa baru, dibentuklah secara resmi Ranting Banjar Margo di bawah naungan PSHT Cabang Tulang Bawang (Pusat Madiun) yang kini membawahi lebih dari 12 Rayon aktif.
Falsafah Luhur: Memayu Hayuning Bawana
Tujuan hakiki ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate adalah ikut serta Memayu Hayuning Bawana — memperindah keindahan dunia, menjaga kedamaian semesta, memelihara ketertiban masyarakat, dan menebarkan kasih sayang tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan sosial.